Sri Mulyani Bertekad Kejar Pajak Dengan Manfaatkan Basis Data

No Comments

Sri Mulyani Bertekad Kejar Pajak Dengan Manfaatkan Basis Data

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati berkata jika beliau akan berusaha mengejar penerimaan pajak tahun ini dengan cara memanfaatkan basis data yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pajak. Secara berkesinambungan, nantinya otoritas pajak harus memberikan daa pada seluruh KPP supaya kinerja dari pengumpulan penerimaan pajak dapat lebih terorganisir dan juga tepat sasaran.

Dalam prakteknya nanti, DJP akan diminta untuk meninjau ualng KPP mengingat beban kerjanya dinilai tak seimbang dan cukup besar. Ke depannya, Sri Mulyani mengakui jika beliau bertekad untuk membagi rata beban kinerja KPP untuk membantu mengoptimalkan penerimaan pajak 2018.

Tidak sampai di situ saja, otoritas juga akan melakukan perbaikan kualitas data untuk mencegah terjadinya shortfall penerimaan pajak dan mendapatkan data pajak yang benar dan berkualitas.

“Diusahakan jika ke depannya nanti kami akan mencoba untuk melakukan inventarisasi data perpajakan. Tidak lupa pula Automatic Exchange Of Information di tahun ini yang sudah diaktifkan tepat di pertengahan tahun, yaitu di bulan juli nanti, di mana data dari program pengampunan ajak (Tax Amnesty) yang didapatkan dan kemudian koordinasi pajak serta bea cukai makin erat” kata Ani.

Tidak sebatas itu saja, harapan Ani dengan adanya data wajib pajak kualitas upper, proses pengumpulan pajak bisa lebih tepat sasaran dan maksimal di masa yang akan datang. Warga negara yang baik yang sudah patuh membayar pajak, tidak perlu mengalami kekhawatiran dikejar-kejar pajak, jika datanya sudah ada dan konsisten hal tersebut tidak akan pernah terjadi.

Jika sebelumnya, tahun 2017 lalu realisasi penerimaan dana pajak ke pemerintah mencapai 89.7% atau setara dengan Rp. 1.147,59 triliun dari target yang telah ditetapkan sebelumnya di APBNP 2017 senilai Rp. 1.283,6 triliun yang mana menandakan telah terjadinya shortfall penerimaan pajak sebesar Rp. 136, 5 triliun banyaknya.

Kejadian shortfall ini tentunya tidak diharapkan semua orang terutama Direktorat Jenderal Pajak dan Kementrian Keuangan RI untuk terjadi lagi di tahun 2018, usaha-usaha yang dilakukan diharapkan bisa mencegah hal tersebut.

Sumber Referensi : smconsult

Categories: Keuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *