Kenali Mereka Yang Berkebutuhan Khusus

No Comments

1. Mengenal Anak-anak Berkebutuhan Khusus.

Setiap orang tua tentu mempunyai harapan dan bahwa anaknya tercetus dengan jasmani dan rohani yang normal. Namun ada kala dimana anak mengalami keperluan khusus yang bertolak belakang dengan orang normal. Orangtua butuh informasi yang mengenal ciri ciri anak berkebutuhan khusus hingga autisme. Jumlah ABK di Indonesia mencapai 1,6 juta orang.

Kasus autisme banyak dialami olah anak-anak yang masih balita. Seseorang yang menderita gangguan ini sebenarnya sudah bisa dideteksi saat anak usia 2 tahun namun orangtua sering tidak sadar bahwa apa yang dialami anak adalah gejala autistme.

Autisme adalah kelainan perkembangan saraf yang ditandai dengan adanya gangguan dalam interaksi sosial, perkembangan bahasa, dan komunikasi. Ciri-ciri autisme bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai berat sehingga anak memerlukan perhatian khusus.

2. Kenali Ciri-ciri Umum Anak Berkebutuhan Khusus

Secara umum, anak yang menderita autisme memiliki kendala dalam berkomunikasi. Mereka susah untuk mengerti apa yang orang lain pikirkan dan rasakan. Hal tersebut menyebabkan mereka susah untuk mengekspresikan keinginan mereka lewat bahasa secara lisan, bahasa tubuh maupun ekspresi wajah.

Di samping gangguan dalam berkomunikasi, anak dengan autisme sering melakukan pekerjaan atau gerakan tubuh yang berulang sebagai contoh menggoyangkan atau mengebaskan tangan mereka. Mereka ingin melakukan kegiatan sendiri dan tidak tertarik terhadap lingkungannya.

Ciri anak autis umur 2 tahun ke atas :

1. Tidak ada ketertarikan bermain dengan orang lain.

2. Kemampuan berbahasa yang terlambat. Anak susah untuk memberi tahu apa yang ia butuhkan. Beberapa anak bahkan tidak mampu berkata sama sekali.

3. Mengalami masalah dalam tingkah laku. Anak menjadi hiperaktif, impulsif atau agresif.

4. Memiliki pola berkata yang aneh. Intonasi berkata anak tidak cocok atau tersiar datar. Anak tidak jarang mengulang kata yang sama.

5. Menghindari kontak mata.

6. Tidak dapat meniru format atau suatu benda contohnya menggambar bola.

Jika orangtua mengetahui tanda-tanda tersebut pada anak, segeralah memeriksa anak ke dokter spesialis anak atau pun psikiater anak untuk menerima terapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *